Description
Aku tidak tahu apa yang salah denganku. Suamiku adalah lelaki yang baik. Tapi dicintai olehnya kerap membuatku merasa kesepian. Mungkin aku kurang bicara padanya perihal banyak keinginanku yang belum sempat terucap. Aku tidak yakin, apa dia punya cukup waktu untuk mendengarkan. Karena terkadang, dia terlalu asyik hidup dengan dunianya sendiri.
Mertuaku terlalu ikut campur dalam rumah tangga kami. Hingga membuatku dan suami nyaris tidak memiliki ruang untuk bertumbuh layaknya pasangan. Awalnya, kukira kasih sayang mereka terhadap putraku
akan membuat keluarga kami semakin hangat. Nyatanya, aku malah menjadi sosok yang tidak terlihat.
Di kantor, aku kenal dengan teman sejawat lelaki yang beda divisi. Kami akrab, tapi aku menyadari arti kedekatan itu-kemudian. Dia sudah terikat dengan orang lain, pun denganku. Sebenarnya aku tidak memiliki niat untuk menghancurkan sesuatu yang sudah dibangun secara utuh. Namun, semesta seolah memberi kami kesempatan untuk saling mengisi kekosongan.
Entahlah, sebenarnya aku juga tidak tahu apa maunya takdir.





